Wow, Begini Rasanya Jadi “Pelatih” Keterampilan di Dinas Pendidikan!

Sebenernya tulisan ini udah aku posting di blog menikyunihartini.com pada tahun 2017. Nah, karena aku memutuskan untuk menutup blog tersebut, jadi aku repost lagi di blog baruku ini. Semoga bermanfaat ya sistaa.

Waktu itu awal aku gabung di keluarga besar SMK N 1 Kutasari. Terus langsung terlibat di event yang menurutku lumayan besar: eksibisi SMA/SMK/MA dalam rangka HUT Kabupaten Purbalingga di halaman GOR Goentoer Darjono.

Adakah yang bertanya, “Eksibisi itu apa?”

Dalam kamus bahasa Indonesia, eksibisi berarti tontonan, pameran, atau peragaan. Dalam hal ini, yang dipamerkan adalah hasil karya masing-masing sekolah dan produk unggulan dari tiap jurusan. Jadi, sekolah punya kesempatan mensosialisasikan kompetensi dan program keahliannya, sehingga siswa SMP/MTs yang akan melanjutkan ke SMA/SMK/MA bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Selain dari kompetensi keahlian TSM (Teknik Sepeda Motor), TKJ (Teknik Komputer & Jaringan), dan Akuntansi, mapel PKK (Produk Kreatif & Kewirausahaan) juga menampilkan produk berupa aneka kerajinan dari limbah, seperti bros dari limbah kain, rak buku dari kardus bekas, tempat kacamata, tempat pensil, dan lain sebagainya.

Yang istimewa, kami melayani pengunjung yang pengen belajar bikin bros langsung di tempat. Kalo sudah jadi boleh mereka bawa pulang GRATIS! Seru kan…? Dan yang nglatih ya siswa-siswi SMK N 1 Kutasari (gurunya cuma mendampingi ^_^).

Ibu-ibu Dinas Pendidikan berlatih membuat bros kain

Sekilas info, stan PKK nggak pernah sepi pengunjung, bahkan saat hujan deras! Malah, ibu-ibu dari Dinas Pendidikan yang lagi “ngungsi” ke stan SMKKU (stan DinDik kena badai angin), asik ngutak-atik jarum, benang, dan kain. Malah ada yang bilang kalo ke depan pengen ngundang kami sebagai pelatih dalam workshop keterampilan….cihuy!

Ibu-ibu guru SMK N 1 Kutasari berlomba-lomba membuat karya terbaiknya

Nggak cuma ibu-ibu dinas pendidikan yang ikut meramaikan stan PKK, guru-guru SMK N 1 Kutasari juga nggak mau kalah nih! Semua antusias menciptakan karya terbaik meski ada beberapa yang tertusuk jarum hingga kena lem tembak yang panasnya luar biasa. Alhasil siswa-siswi PKK yang lagi kebagian jaga pun kewalahan meladeni guru-gurunya itu, haha….

Jadi begini ceritanya. Beberapa hari setelah eksibisi selesai, Bu Tutik (Dinas Pendidikan) menghubungi kepala sekolah (Pak Darimun) langsung via WhatsApp. Bu Tutik minta izin mengundang aku selaku guru di SMK N 1 Kutasari untuk ngisi workshop keterampilan membuat bros dalam rangkaian acara rutin Dharma Wanita.

Kok bisa?

Bu Tutik itu salah satu dari ibu-ibu Dinas Pendidikan yang belajar bikin bros waktu eksibisi di GOR say. Kebetulan aku sempet ngasih kartu nama & menawarkan diri untuk ngisi workshop/pelatihan keterampilan.

Well, meluncurlah aku ke dinas. Tapi mampir dulu ke penjahit ngambil seragam DWP (Dharma Wanita Persatuan). “Rajin banget Bu Menik pake seragam”, ada yang komentar begitu mungkin?  

Taraaaaaaa! Udah sampe. Gugup takut telat, alhamdulillah masih persiapan nata ruangan. Aku duduk manis sambil ngomong dalam hati, “Hari ini aku ada di Dinas Pendidikan. Aku datang untuk melatih ibu-ibu dinas dan istri-istri kepala sekolah. Aku datang bukan sebagai peserta kan? Apa itu berarti aku ini pelatih?” 

Haha, jadi nglantur nih gara-gara bengong. Maklum, merasa nggak punya keterampilan, semua yang kulakukan sekedar hobi saja gaes. Jadi, aku tidak menganggap diri sebagai pelatih, lebih tepatnya adalah belajar bareng, bertukar ilmu, right?

Setelah ngobrol ngalor ngidul sama Bu Tutik, akhirnya dimulailah acara. Alkhamdulillah ibu-ibu antusias banget meski ada yg kena lem sampe melepuh kulitnya!

Violaaa…selese juga, alhamdulillah ibu-ibu puas sama bros karya mereka sendiri.

Buat sista yg mau ngisi pelatihan kayak aku (pemula), nie ada beberapa tips ala YouNick ^_^

Selamat mencoba yaaa.

1. Siapkan alat dan bahan se-lengkap mungkin dan serapi mungkin. Jangan sampe ada yang kurang karena bisa mengganggu kelancaran acara. Pengalaman kemaren kancing yang aku bawa terlalu sedikit, jadi ada beberapa ibu-ibu yang nggak kebagian. Kan sayaaang, harusnya bisa langsung dipake trus foto bareng ^_^. Pernah juga aku bawa jarum terlalu sedikit, padahal banyak yang pengen latihan!

2. Makan minum secukupnya sebelum acara, meskipun pasti ada snack buat kita. Pengalaman, karena aku nggak sempet makan sesuatu sebelum acara, sehingga aku ngelatih ibu-ibu dalam kondisi perut keroncongan. Alhasil aku ngerasa kurang total.

3. Bawa contoh produk. Biar peserta bisa melihat contoh yang udah jadi, jadi mereka punya bayangan yang lebih jelas bagaimana cara membuatnya.

4. Berpenanampilan rapi. Meski terdengar sepele, tapi ini cukup penting guys! Kalo penampilan kita rapi & meyakinkan, maka insyaAllah akan menimbulkan kesan professional di mata peserta, ya kaan?

5. Siapkan kartu nama, hehe. Kalo ada seseorang yang kira-kira berpeluang diajak kerjasama, tinggal kita kasih kartu nama kan, siapa tau suatu saat dewi fortuna menghampiri, uhukuhuk ^_^. Lah, aku diundang ke Dinas kan juga karena ngasih kartu nama waktu eksibisi kemaren kaan?

Sementara sekian dulu ya sist, kalo ada yang mau nambahin boleh banget. Kalo ada yang mau order atao kerjasama bisa langsung chat via WA 085729757025. Atau kalo mau lihat-lihat produknya bisa follow IG @nick_craft. Semoga bermanfaat & sukses selalu untuk kita ^_^.

Handmade With Love,

Nick

About the Author

Leave A Response