Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

Gambar diambil dari duniadosen.com

HAKI adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada seseorang, sekelompok orang, maupun lembaga untuk memegang kuasa dalam menggunakan dan mendapatkan manfaat dari kekayaan intelektual yang dimiliki atau diciptakannya. Kekayaan intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir, seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatu, dan lain-lain yang berguna untuk manusia. Hak eksklusif itu sendiri merupakan hak yang semata-mata diperuntukkan bagi pemegangnya, sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan. Pada intinya HAKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual.

A. Tujuan Penerapan HAKI

Bagaimana apabila karya kita atau milik orang lain tidak dilindungi? Sudah pasti akan terkena pembajakan. Contoh di dunia pendidikan, saat ini marak terjadi pembajakan buku karena kurangnya penegakan hukum, ketidaktahuan masyarakat terhadap perlindungan hak cipta buku, dan kondisi ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan HAKI dengan tujuan sebagai berikut.

1. Antisipasi kemungkinan melanggar HAKI milik pihak lain.

2. Meningkatkan daya kompetisi dan pangsa pasar dalam komersialisasi kekayaan intelektual.

3. Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan strategi penelitian, usaha dan industri di Indonesia.

B. Manfaat HAKI

Berikut ini merupakan manfaat HAKI bagi berbagai pihak.

1. Dunia Usaha

Perusahaan yang telah dibangun mendapat citra yang positif dalam persaingan apabila memiliki perlindungan hukum di bidang HKI.

2. Inventor

Dapat menjamin kepastian hukum baik individu maupun kelompok serta terhindar dari kerugian akibat pemalsuan dan perbuatan curang pihak lain.

3. Pemerintah

Adanya citra positif pemerintah yang menerapkan HAKI di tingkat WTO. Selain itu adanya penerimaan devisa yang diperoleh dari pendaftaran HAKI.

4. Pemegang Hak

1. Adanya kepastian hukum bagi pemegang hak dalam melakukan usahanya tanpa gangguan dari pihak lain.

2. Pemegang hak dapat melakukan upaya hukum baik perdata maupun pidana bila terjadi pelanggaran/peniruan.

3. Pemegang hak dapat memberikan izin atau lisensi kepada pihak lain.

C. Macam-macam HAKI

1. Hak Cipta

a. Pengertian Hak Cipta

Undang-undang yang mengatur hak cipta di Indonesia adalah UU Nomor 28 Tahun 2014. Hak Cipta adalah hak khusus bagi pencipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya. Termasuk ciptaan yang dilindungi adalah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, sastra, dan seni. Dalam hal ini, pengertian “mengumumkan” atau “memperbanyak” adalah kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, menjual, menyewa, dan mengomunikasikan ciptaan kepada publik melalui sarana apapun. Hak cipta meliputi pula hak-hak untuk membuat salinan dari ciptaannya tersebut, hak untuk membuat produk derivatif, dan hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain.

b. Konsep Hak Cipta

Hak cipta di Indonesia terdiri dari dua konsep, yaitu “hak ekonomi” dan “hak moral”. Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan. Sedangkan hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku (seni, rekaman, siaran) yang tidak dapat dihilangkan dengan alasan apapun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan. Contoh pelaksanaan hak moral adalah pencantuman nama pencipta pada ciptaan, walaupun hak cipta atas ciptaan tersebut sudah dijual untuk dimanfaatkan pihak lain.

c. Pendaftaran Hak Cipta

Hak cipta berlaku secara otomatis sejak ciptaan tersebut dibuat. Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu. Dengan kata lain, pendaftaran ciptaan bukan suatu kewajiban. Namun, pemegang hak cipta yang mendaftarkan ciptaannya akan mendapat surat pendaftaran ciptaan yang dapat dijadikan sebagai alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari.

Ciptaan dapat didaftarkan ke kantor Hak Cipta, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual-Departemen Hukum dan HAM (Ditjen HKI-DepkumHAM).

2. Hak Kekayaan Industri

Hak kekayaan industri adalah hak yang mengatur segala sesuatu milik perindustrian, terutama yang mengatur perlindungan hukum. Hak kekayaan industri sangat penting bagi pemilik usaha untuk melindungi perusahaan dari plagiatisme. Artinya, tidak akan mudah ditiru atau diklaim oleh perusahaan lain dengan produk sejenis. Hak Kekayaan Industri meliputi:

a. Paten

1) Pengertian Hak Paten

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Pasal 1 Ayat 1, paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada penemu (inventor) atas hasil invensinya (temuan) di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Indonesia menganut hak paten dengan asas first-to-file. Artinya, hak paten akan diberikan kepada orang yang pertama kali mendaftarkan invensinya di kantor paten. Namun, Amerika Serikat menggunakan hak paten dengan asas first-to-invent, yaitu hak paten diberikan kepada orang yang pertama kali menemukan sebuah invensi.

2) Perbedaan Hak Paten dan Hak Cipta

Perbedaan antara hak cipta dan hak paten terletak pada objek yang dilindungi. Hak cipta memberikan perlindungan atas ciptaan-ciptaan di bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan. Sedangkan hak paten memberikan perlindungan atas penemuan di bidang teknologi, yang berupa proses, hasil produksi, penyempurnaan dan pengembangan proses, penyempurnaan dan pengembangan hasil produksi.

3) Syarat Mendapatkan Hak Paten

Sebelum melakukan permohonan paten, pastikan bahwa invensi yang akan diajukan mempunyai ciri khusus dibandingkan dengan teknologi terdahulu. Jika tidak ditemukan ciri khusus, maka invensi tersebut sebaiknya tidak perlu diajukan untuk menghindari kerugian dari biaya pengajuan permohonan paten.

Berikut ini merupakan syarat-syarat sebuah penemuan agar bisa mendapatkan hak paten berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 14 tahun 2001 tentang paten.

a) Bersifat Baru

Untuk membuktikan bahwa penemuan tersebut belum pernah ada sebelumnya, yaitu dengan cara mencari tahu apakah penemuan tersebut telah diumumkan, baik di Indonesia maupun luar negeri, baik dalam suatu tulisan, uraian lisan, peragaan, atau cara lain yang memungkinkan seorang ahli melaksanakan penemuan tersebut.

b) Mengandung Langkah Inventif

Suatu penemuan disebut mengandung langkah inventif apabila penemuan tersebut tidak dapat diduga sebelumnya oleh seorang yang ahli di bidangnya.

c) Dapat Diterapkan Dalam Skala Industri

Bentuk penemuannya dapat berupa produk atau alat baru yang memiliki nilai kegunaan praktis. Nilai kegunaan praktis ini disebabkan oleh bentuk, konfigurasi, konstruksi atau komponennya.

4) Penemuan yang Tidak Mendapatkan Hak Paten

a) Proses atau hasil produksi yang bertentangan dengan undang-undang ketertiban umum, serta agama atau kesusilaan.

b) Metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan, dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan.

c) Teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika.

d) Penemuan semua makhluk hidup, kecuali jasad renik, dan/atau proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan. Proses non-biologis arau mikrobiologi dikecualikan dalam kasus ini.

5) Pembatalan Paten

Undang-undang Paten menegaskan bahwa ada 3 (tiga) macam pembatalan paten.

a) Batal demi hukum. Apabila pemegang paten tidak memenuhi kewajiban membayar biaya tahunan dalam jangka waktu yang ditentukan oleh undang-undang, yang akan diberitahukan secara tertulis oleh Ditjen HAKI kepada pemegang paten serta penerima lisensi dan mulai berlaku sejak tanggal pemberitahuan tersebut. Paten yang dinyatakan batal demi hukum ini akan dicatat dan diumumkan.

b) Batal atas permohonan pemegang paten.

c) Batal karena adanya gugatan.

b. Merek

1) Pengertian Merek

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Pasal 1 Ayat 1, Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan sebagai identitas dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Jangka waktu perlindungan untuk merek adalah sepuluh tahun dan berlaku surut sejak tanggal penerimaan permohonan merek bersangkutan dan dapat diperpanjang, selama merek tetap digunakan dalam perdagangan.

2) Manfaat Merek

Manfaat merek bagi produsen menurut Keller dalam Tjiptono (2005) adalah sebagai berikut.

a) Sarana identifikasi, untuk memudahkan proses penanganan atau pelacakan produk bagi perusahaan terutama dalam pengorganisasian sediaan dan pencatatan akuntansi.

b) Bentuk proteksi, terhadap fitur atau aspek produk yang unik.

c) Signal tingkat kualitas bagi para pelanggan yang puas, sehingga mereka bisa dengan mudah memilih dan membelinya lagi di lain waktu.

d) Sarana menciptakan asosiasi dan makna unik yang membedakan produk dari para pesaing.

e) Sumber keunggulan kompetitif, terutama melalui perlindungan hukum, loyalitas pelanggan, dan citra unik yang terbentuk dalam benak konsumen.

f) Sumber financial returns, terutama menyangkut pendapatan masa datang.

3) Jenis-jenis Merek

a) Merek Produk/Merek Dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang, beberapa orang secara bersama-sama, atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

b) Merek Pribadi merupakan alat pemasaran yang paling populer di kalangan publik figur, seperti politisi, musisi, selebriti, dan lainnya, sehingga mereka memiliki pandangan tersendiri di mata masyarakat.

c) Merek Perusahaan adalah merek yang digunakan sebuah perusahaan untuk mengembangkan reputasi sebuah perusahaan di pasar.

d) Merek Regional bertujuan untuk memunculkan gambaran dari produk atau jasa ketika nama lokasi tersebut disebutkan oleh seseorang.

e) Merek Budaya digunakan untuk mengembangkan reputasi mengenai lingkungan dan orang-orang dari tempat tertentu.

4) Membangun Merek Dagang

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat merek dagang.

a) Singkat, Jelas, dan Menarik

Cukup memakai satu atau dua kata yang menarik agar mudah diingat. Susunan kata dan simbol merek harus jelas menggambarkan produk yang ditawarkan. Contoh: merek obat masuk angin “Tolak Angin”.

b) Mudah Dibaca dan Diucapkan

Misalnya, merek produk Indonesia, maka harus lebih mudah menggunakan kata yang berasal dari bahasa Indonesia.

c) Enak Didengar

Agar lebih menempel di ingatan konsumen, contoh merek kecantikan “Sari Ayu”.

d) Mudah Diingat

Merek yang mudah diingat bisa memudahkan produk cepat dikenal.

e) Mengandung Makna

f) Bersifat Universal

Pilihlah kata yang dapat diterima konsumen yang berasal dari berbagai daerah.

5) Cara Membangun Merek yang Baik

a) Melakukan Inovasi Terhadap Produk

Inovasi produk dapat membuat merek tahan lama. Inovasi yang bisa dilakukan contohnya: membuat produk baru, varian baru, atau paket baru.

b) Mengetahui Kelebihan Produk Sendiri

Kelebihan ini bisa menjadi diferensiasi atas produk lainnya di pasaran. Bukan asal beda, tapi harus memiliki nilai tersendiri bagi pelanggan.

c) Social Media

Hal penting ketika menjalankan strategi media sosial sebagai media marketing adalah fokus pada konten yang bermanfaat, bangun komunikasi, serta konsisten.

d) Kemasan yang Baik

Penting untuk membuat kemasan yang beridentitas, menarik, dan sesuai dengan target market yang disasar.

e) Membangun Jaringan (Networking)

Jangan selalu jualan, jadilah teman saat membangun networking. Melalui networking, kita berharap nama merek kita bisa diperkenalkan ke calon klien atau calon pembeli.

f) Membuat Blog dan Website

Wirausaha bisa membuat website yang baik untuk meningkatkan citra merek, yaitu dengan memberikan artikel-artikel bermanfaat.

c. Desain Industri

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 Pasal 1 Ayat 1, desain industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai u ntuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

d. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 Pasal 1 Ayat 1, Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.

e. Rahasia Dagang

Menurut Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000, Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.

f. Indikasi Geografis

Berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Pasal 56 Ayat 1, indikasi-geografis dilindungi sebagai suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.

3. Folklore

“Folklore” dan “Traditional Knowledge” adalah suatu karya intelektual yang terdapat di dalam masyarakat tradisional secara turun temurun dan apabila tidak dipertahankan dikhawatirkan akan punah dan apabila itu terjadi akan merupakan kerugian bagi khasanah pengetahuan manusia pada umumnya, atau dikhawatirkan akan dimanfaatkan secara tidak sah dan tidak adil oleh pihak-pihak di luar pemiliknya.

Folklore mencerminkan kebudayaan manusia yang diekspresikan melalui musik, tarian, drama seni, kerajinan tangan, seni pahat, seni lukis, karya sastra dan sarana lain untuk mengekspresikan kreativitas yang umumnya memerlukan sedikit ketergantungan pada teknologi tinggi.

D. Hal-hal yang Tidak Dianggap Sebagai Pelanggaran Hak Cipta

1. Penggunaan ciptaan pihak lain untuk keperluan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik dan tinjauan suatu masalah dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar bagi pencipta.

2. Pengambilan ciptaan pihak lain baik seluruhnya maupun sebagian guna keperluan pembelaan didalam dan diluar pengadilan.

3. Pengambilan ciptaan pihak lain baik seluruhnya maupun sebagian guna keperluan:

a. Ceramah yang semata-mata untuk tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

b. Pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar bagi pencipta.

c. Perbanyakan suatu ciptaan bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra dalam huruf braile guna keperluan para tunanetra, kecuali jika perbanyakan itu bersifat komersial.

d. Perbanyakan suatu ciptaan selain program komputer, secara terbatas dengan cara atau alat apapaun atau proses yang serupa dengan perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan dan pusat dokumentasi yang non komersial, semata-mata untuk keperluan aktivitasnya.

e. Perubahan yang dilakukan atas karya arsitektur seperti ciptaan bangunan berdasarkan pertimbangan pelaksanaan teknis.

f. Pembuatan salinan cadangan suatu program komputer oleh pemilik program komputer yang dilkukan semata-mata untuk digunakan sendiri.

D. Prinsip-prinsip HAKI

Prinsip-prinsip Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah sebagai berikut.

1. Prinspi Ekonomi

Dalam prinsip ekonomi, hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif dari daya pikir manusia yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi yang akan memberi keuntungan kepada pemilik hak cipta.

2. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan merupakan suatu perlindungan hukum bagi pemilik suatu hasil dari  kemampuan intelektual, sehingga memiliki kekuasaan dalam penggunaan hak atas kekayaan intelektual terhadap karyanya.

3. Prinsip Kebudayaan

Prinsip kebudayaan merupakan pengembangan dari ilmu pengetahuan, sastra, dan seni guna meningkatkan taraf kehidupan serta akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, bangsa, dan Negara.

4. Prinsip Sosial

Prinsip sosial mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara, sehingga hak yang telah diberikan oleh hukum atas suatu karya merupakan satu kesatuan yang diberikan perlindungan berdasarkan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat/ lingkungan.

F. Pentingnya HAKI Dalam Dunia Usaha

Arus globalisasi ekonomi telah membawa pengaruh yang cukup “significant” bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha di Indonesia, khususnya untuk sektor industri. Sebagai Negara berkembang, Indonesia harus memandang sisi perdagangan internasional yang menimbulkan adanya persaingan sebagai suatu hal yang mempunyai arti penting. Oleh karena itu, faktor perangkat hukum khususnya perangkat hukum kekayaan intelektual, sangat memegang peran penting seperti berikut ini.

1. Meningkatkan kreatifitas dan memberikan adanya kepastian hukum yang jelas dan tegas dalam melindungi kepentingan para pelaku usaha dan masyarakat.

2. Melalui HAKI dapat dihasilkan penemuan baru, teknologi canggih, kualitas tinggi, maupun standar mutu. Semakin tinggi tingkat kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tentunya akan makin maju perkembangan HAKI dan makin cepat perkembangan sektor industri.

3. HAKI merupakan basis perdagangan karena HAKI menjadi dasar perkembangan perdagangan yang menggunakan merek terkenal sebagai goodwill, lambang kualitas dan standar mutu, sarana menembus pasar, baik domestik maupun internasional. 

G. Pentingnya Perlindungan Hukum Bagi HAKI Dalam Pembangunan Sektor Industri

Begitu pentingnya HAKI dalam pembangunan sektor industri, sudah seharusnya HAKI perlu dilindungi oleh hukum. Dasar pertimbangan HKI perlu dilindungi oleh hukum adalah karena:

1. Alasan yang Bersifat Ekonomis

Untuk melindungi mereka yang melahirkan karya intelektual,maka mereka mendapat keuntungan materiil dari karya-karyanya. Di pihak lain melindungi mereka dari adanya peniruan, pembajakan, penjiplakan maupun perbuatan curang.

2. Alasan yang bersifat Non-Ekonomis

Perlindungan hukum akan memacu mereka yang menghasilkan karya-karya intelektual tersebut untuk terus melakukan kreatifitas intelektual. Hal ini akan meningkatkan self actualization pada diri manusia. Bagi masyarakat hal ini akan berguna untuk meningkatkan perkembangan hidup mereka.

_________________________

Dalam perdagangan bebas, persaingan adalah hal yang wajar untuk memperoleh keuntungan maksimal dan menguasai pangsa pasar untuk mengungguli pelaku usaha lain. Persaingan membawa pengaruh positif dan negatif dalam dunia usaha. Pengaruh positif dari adanya persaingan adalah terciptanya harga yang bersaing, kualitas produk yang baik, serta tersediannya berbagai pilihan terhadap suatu produk. Sedangkan dampak negatifnya adalah terciptanya persaingan usaha tidak sehat di antara para pelaku usaha.

Persaingan usaha tidak sehat dapat diartikan sebagai persaingan antar pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan produksi dan/atau pemasaran produk yang dilakukan secara tidak jujur (melawan hukum). Persaingan tidak sehat dalam bidang HAKI adalah melakukan tindakan-tindakan peniruan, pemalsuan serta praktik-praktik tidak sehat lainnya, yang tentunya ini sangat merugikan pemilik, negara, dan juga masyarakat selaku konsumen. Oleh karena itulah, pentingnya HAKI dilindungi oleh hukum agar praktik-praktik persaingan tidak sehat dapat dicegah.

About the Author

Leave A Response