Surat Cinta Untuk Latte

Gambar diambil dari twipu.com

Beberapa waktu yang lalu, penerbit Stiletto Book mengadakan lomba nulis surat buat salah satu tokoh yang ada di novel “Aku, Kopi, dan Kamera”. Karena kebetulan saya punya bukunya hasil ikut giveaway, dan sudah khatam saya baca juga, maka saya berniat ikutan. Begitu.

Baca juga: Tiga Alasan Mengapa Saya Tertarik Membaca Novel “Aku, Kopi, dan Kamera”

Dan, tokoh terpilih yang akan mendapat surat cinta dari saya adalaaah…LATTE si tokoh utama! Kenapa saya tidak memilih salah satu tokoh cowok bernama Genta atau Reon yang dideskripsikan ganteng bak oppa oppa Korea?

Yaaa karena yg paling ganteng di mata saya cuma Mamas Canggih suami tercinta yakaaan.

Lanjut. Dalam lomba ini guys, seolah-olah Latte itu nyata dan kami saling kenal. Kalo saya bilang: sangat mengasyikan. Saya bebas berimajinasi dan menulis di sela-sela padatnya jam kerja. Saking padatnya sampe-sampe saya nggak nyadar sudah melewati batas akhir pengumpulan karya!

Sedih sih. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Sama sekali ngga nyesel, saya orangnya ngga mau menyesali yang sudah terjadi guys. Karena pasti ada pelajaran berharga yang bisa kita petik.

Btw, nggak mungkin juga kan suratnya saya hapus begitu saja. Daripada dibuang sayang, mending saya share suratnya di kene yaa. Semoga bermanfaat ^_^

Oya, sebelum baca surat, barangkali ada yang pengen baca sinopsis novelnya lebih dulu. Sinopsis ini terpampang nyata di cover belakang bukunya guys.

bicaraperempuan.com

Aku, Reon. Cowok 22 tahun yang memeluk jarak demi mencari rindu. Agar cinta yang kumiliki tak pudar dari hati, dan tetap ada untukmu.

Aku, Genta. Cowok 22 tahun yang mencari gadis penikmat kopi. Karena cinta pada pandangan pertama sudah menjeratku pertama kali.

Kisah antara rindu dan nyamannya kebersamaan, hingga masing-masing sulit mengartikannya. Mereka sibuk mencari rindu, sibuk mencintai, dan sibuk menyenangkan hati orang lain, hingga lupa bahwa indahnya cinta hanya butuh mengakui: bahwa dirinya telah jatuh hati.

Okee, mari kita baca suratnya.

Dear Latte,

Hai Latte, apa kabar? Masih inget aku kan?
Kamu masih suka ngopi ngga? Kebetulan hobi kita sama loh! Favorit kita juga sama, Good Day biru Carrebian. Bedanya, aku belum pernah ngopi syantik di Starbucks. Maklum, gadis pingitan 😜

Kapan-kapan kita meet up di Sbux favoritmu yuk? Pengen ngobrol banyak sama si cewek posesif yang akhirnya takut jatuh hati 😱

Latte, gimana sih rasanya jadi kamu? Menahan rindu dan benci sekaligus. Pasti sakit yaa. Sakit tapi tak berdarah! 😭

Wajar kalo kamu susah berdiri sendiri tanpa Reon. Karena selama ini, hidupmu itu isinya cuma Reon, Reon, dan Reon. Hatimu terkuras habis oleh segala hal tentangnya. Kamu lupa cara bahagia tanpa dia di sisimu kan?

Maaf Latte, aku kebawa emosi. Nggak ada maksud bikin kamu sedih. Namanya orang jatuh cinta biasanya emang gitu, pengennya sama si diaaaa terus.

Tapi, kalo akhirnya dia risih, bosen, dan menjauh??? #$&%@(*

Aku cuma bisa bilang, jangan pernah takut sepi dan sendiri yaaa. Seperti singa yang sering berjalan sendirian.

By the way, gimana sama Genta? Ehem.

Latte sayang, aku cuma bisa bilang kalo Sang Pembolak-balik hati manusia pasti lebih tahu yang terbaik. Dan aku selalu berdoa semoga kamu dapat yang terbaik yaaa.

Salam sehangat kopi dariku,

Nick

About the Author

Leave A Response