Tiga Alasan Mengapa Saya Tertarik Membaca Novel “Aku, Kopi, dan Kamera”

Gambar diambil dari: bicaraperempuan.com

Drama cinta segitiga, ngopi, dan fotografi diracik dalam satu kisah yang apik dengan alur menarik. Dijamin bikin pembacanya super baper klepek klepek. Terutama pembaca dari kalangan abegeh jaman now.

Saya abege jaman old tapi nyatanya tetep bisa menikmati jalan ceritanya. Bagemanapun, saya juga pernah muda yakaaaaan. Tepuk tangan buat penulisnya dong ^_^.

Beberapa waktu yang lalu, saya menang giveaway novel berjudul “Aku, Kopi, dan Kamera”, alhamdulillah. Tiga pemenang dari 50 lebih peserta dipilih berdasarkan komen paling menarik di postingan instagram penerbit @stilettobook. Saya lupa komen apa waktu itu, karena sudah dihapus sama adminnya. Yang jelas si pasti menarik kaaan, buktinya menang!

Well, saya memang bukan penggemar novel. Buku-buku yang saya baca sebagian besar adalah buku non-fiksi. Tapi, pertama lihat novel ini, saya langsung tertarik.

Kok bisa?

Ada beberapa faktor guys.

Pertama, judulnya yang “gue banget”. KOPI. Saya suka syekali ngopi OMG. Apalagi kesukaan si tokoh utama sama seperti saya: Good Day Biru Carrebian.

Kedua, penulisnya adalah teman se-SMA. Yaa, dia ngga kenal saya mungkin, tapi saya tahu dia (Hai, Nufus ^_^). Karena dulu dia adalah pacarnya temen sekelas saya. Btw, skrg mereka sudah menikah lo, selamat yaaa.

Ketiga, jalan ceritanya bikin baper alay anak abegeh gemaanaaaa getooooh. Wkwk. Intinya tentang proses move on lah gengs. Siapa yg blm bisa move on cung? Wkwk.

About the Author

Leave A Response