WORKSHOP

3 Trik Sederhana Agar Stand Pameran Ramai Pengunjung

Berbekal pengalaman mengikuti event eksibisi SMA/SMK/MA di halaman GOR Goentoer Darjono Purbalingga, saya ingin berbagi trik sederhana agar stand ramai pengunjung. Di sini saya tidak akan membahas profil penyelenggara, lokasi stand, tema, dan lainnya. Karena pasti sudah banyak blog yang membahas itu. Saya hanya akan fokus pada 3 focal point (elemen unik penarik perhatian) ala YouNick sebagai berikut.

Stand SMKN 1 Kutasari

1. Grafis tulisan yang singkat dan memikat.

Hal ini membuat calon pengunjung dapat melihat tulisan tersebut dari jauh, kemudian tertarik untuk mendekat. Cetak yang besar dan pasang di spot yang mudah dilihat oleh calon pengunjung. Bisa berupa spanduk, x-banner, dan lain sebagainya.

Misalnya, “Yang pengen latihan bikin bros gratis mari merapat, hasilnya boleh dibawa pulang loh!” Tulisan ini bisa diganti sesuai produk kalian ya.

Siapa sih yang nggak suka dapat barang sekaligus ilmu gratisan? Asalkan kita ramah dan berwajah cerah, insya Allah mereka bakal tertarik untuk mencoba. Ini terbukti waktu eksibisi di GOR Goentor Darjono.

Selain mata pelajaran produktif seperti TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) dan TBSM (Teknik dan Bisnis Sepeda Motor), mata pelajaran PKK (Produk Kreatif dan Kewirausahaan) juga dapat spot khusus di stand SMKN 1 Kutasari. Sebuah meja bundar yang diletakkan di bagian paling depan, tempat pengunjung berlatih membuat bros sendiri dengan bimbingan siswa yang sudah terampil tentunya.

Meja tersebut tak pernah sepi. Bahkan saat hujan deras, ibu-ibu Dinas Pendidikan berteduh di stand kami sambil belajar membuat bros. Kebetulan stand mereka yang terletak di sebelah stand kami kemasukan air hujan. Nah, dari sinilah awal mula saya diundang mengisi pelatihan keterampilan dharma wanita di Dinas Pendidikan, alhamdulilah.

Baca juga 💕 Pengalaman Mengisi Pelatihan Keterampilan di Dinas Pendidikan: 5 Tips Ala YouNick!

Saperti saya bilang sebelumnya, spot PKK ini merupakan “umpan” bagi calon pengunjung. Awalnya mereka datang karena ingin belajar dan mendapatkan bros gratis, tapi setelah itu mereka juga melihat-lihat spot lain (TKJ & TBSM) yang merupakan elemen utama stand SMKN 1 Kutasari.

Lagipula, modalnya nggak mahal kok, cuma gunting, jarum, benang, lem tembak, alat tembakan lem, kain perca yang bisa kita dapatkan secara cuma cuma ke penjahit. Dan jangan ketinggalan peniti brosnya biar bisa langsung dipakai oleh pengunjung. Sehingga mereka puas, kemudian mempromosikan stand kita ke teman-teman atau saudara. Modalnya kecil, tapi dampaknya besar 😉.

Endah (memakai seragam biru-orange) salah satu siswa yang mengikuti ekstrakurikuler “Bengkel Kreatif” tengah sibuk melayani pengunjung.

2. Menggunakan “SPG”.

Di sini saya mengajak siswa yang mengikuti ekstrakurikuler “Bengkel Kreatif” untuk berperan aktif menjadi “SPG”. Tugas mereka adalah menyambut pengunjung yang datang dengan ramah, lalu mengarahkan mereka menuju spot utama. Jika pengunjung menolak atau terlihat kurang tertarik, saatnya SPG mengajak mereka melihat contoh bros yang sudah jadi, lalu mempengaruhi mereka untuk mencoba membuat sendiri. Sebelumnya, siswa SPG dilatih terlebih dahulu bagaimana berpenampilan, bersikap, dan berkomunikasi yang baik. Tentu mereka juga harus sudah terampil agar bisa membimbing pengunjung sampai berhasil membuat bros.

Ika (memakai seragam biru-orange) menggantikan Endah untuk jaga stand PKK.

3. Display produk.

Pamerkan produk-produk yang sudah jadi agar pengunjung bisa melihat dengan jelas. Seperti pepatah mengatakan, dari mata turun ke hati. Awalnya hanya melihat-lihat saja, lama-kelamaan tertarik. Nah di saat itulah kita bisa mulai berpromosi. Karena saya mewakili SMKN 1 Kutasari (SMKKU), maka saya mempengaruhi pengunjung tersebut agar berminat mendaftarkan anaknya, saudara, ataupun tetangga untuk bersekolah di SMKKU.

Cek slide foto lengkapnya di Younick Channel ⬆️

Demikian 3 trik sederhana ala YouNick agar stand pameran ramai pengunjung. Salah satu tujuan mengikuti pameran adalah agar usaha kita, organisasi, atau institusi tempat kita bekerja jadi lebih dikenal oleh masyarat luas. Nah, gimana mau dikenal kalau yang datang berkunjung ke stand kita cuma sedikit?

Selamat mencoba dan semoga sukses ya!

With Love,
Nick

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *